Webinar Gtalk 2022
Webinar Talkshow Gunadarma 2022
"Pencegahan Pelecehan Seksual dan Penanganannya Di Kampus"
Hai gais, kali ini saya akan membicarakan kembali materi dari webinar gunadarma talkshow 2022 tentang "Preverention Sexual Harassment and Handling On Campus" yang telah saya ikuti sebelumnya. Akhir-akhir ini kalian pasti sering mendengarkan kasus-kasus seksual di kampus atau di sekolah yang seharusnya tempat ini sebagai tempat menuntut ilmu dan bertemunya dengan orang-orang berpendidikan tinggi mengapa ditempat ini seperti tidak mendapatkan perilaku yang sebagai mana orang yang berpendidikan? terlebih lagi korban seksual paling banyak perempuan daripada laki-laki, mengapa penyebabnya? mari kita simak pada penjelasan dibawah ini.
Mengapa Terjadi Kekerasan Seksual?
- Isi Otaknya Cabul : Hasrat seks yang tidak bisa disalurkan dengan pasangannya. Hal ini menyebabkan pelaku meluapkan nafsunya dengan melakukan seks.
- Ketimpangan Kekuasaan : misalnya, pelaku merupakan dosen korban. Terdapat suatu penelitian yang menghubungkan seks dengan kekuasaan, sehingga para pelaku merasa lebih mudah untuk melakukan hasratnya, seperti di ancam mendapat kan nilai yang jelek jika tidak menuruti si pelaku.
- Tidak Ada Tindakan : Hal ini berkaitan dengan ketimpangan kekuasaan yang dimana pihak korban takut untuk mengungkapkan bahwa ia merupakan salah satu korban kekerasan seksual.
- Budaya Patriaki : Pelaku berada dalam keluarga atau lingkungan dengan ideologi patriarki yang kuat dengan begitu mereka akan menormalisasi kekerasan seksual ini
Kenapa jadi korban perempuan?
Lagi-lagi disebabkan oleh budaya patriarki dan ketimpangan gender yang dimana laki-laki dianggap superior, sementara perempuan inferior dalam relasi kuasa yang timpang. Perempuan dianggap lemah sehingga cenderung menjadi korban .
Menurut netizen tentang kekerasan seksual
- Kebanyakan mereka tidak peduli
- Fokus menutup kasus ( Menajaga nama baik lembaga )
- Alibi menormalkan laki-laki memiliki kebutuhan biologis, perempuan adalah objek seksual
- Fokus pada pemidaan pelaku tanpa memperhatikan psikis korban
- Tidak berpihak pada korban (menyalahkan baju korban, atau penampilan korban)
Contoh Kasus Kekerasan Seksual di Kampus?
- Universitas Riau : Saat bimbingan skrispi , pelaku sempat meminta korban untuk mencium bibir, namun korban melawan. Pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka .
- Universitas Sriwijaya : Dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri melecehkan beberapa mahasiswinya. Kasus ini bermula dari aduan anonim seorang mahasiswi di media sosial Instagram
- Universitas Negeri Jakarta : Seorang dosen di UNJ berinisial DA melakukan seksual dengan mengirimkan chat bernada merayu atau sexting ke beberapa mahasiswi.
Kampus Harus melakukan 4M:
- Membuat regulasi penanganan kasus dan sanksi yang jelas bagi pelaku
- Membuat investigasi independen dan imparsial - melibatkan seluruh elemen kampus
- Penyediaan pendamping bagi korban yang melapor ( kerja sama dengan LPH setempat )
- jasa psikologi/psikiater, menyediakan penanganan kesehatan fisik dan keamanan korban diacam
NAMA : SEPTIANI ANGGRAINI
KELAS : 2EB08
NPM : 21220520

Komentar
Posting Komentar